Halooo! Akhirnya aku bisa bagi-bagi info lagi melalui #URDUMingguan.
"Menelusuri Romantika Asmara dalam Balut Senja Halmahera" akan jadi tulisan pertama yang mengisi #URDUMingguan. Kali ini aku akan menulis tentang novel karya Andaru Intan yang berjudul "33 Senja di Halmahera"
ULASAN NOVEL 33 SENJA DI HALMAHERA OLEH ANDARU INTAN (Novel Bahasa Indonesia, Tahun 2017)
Penulis : Andaru Intan
Tahun buku : 2017
Judul buku : 33 Senja di Halmahera
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Kota terbit : Jakarta
Sinopsis :
Lelaki bujang selalu bermimpi berpasangan dengan gadis-gadis cantik yang berada dalam imajinasinya, begitu pula dengan Nathan. Akibat perbuatannya, dia harus rela ditugaskan ke bagian terpencil Halmahera dan hidup disana selama 33 hari bersama dengan penduduk asli. Hal yang begitu memberatkan hatinya adalah ketika rindu pada Ibunya memuncak, sedang ia tak punya siapapun untuk berkeluh-kesah. Tetapi rupanya, Tuhan tidak pernah tidur dan tidak pernah berada jauh dari Nathan. Di tengah-tengah rasa rindu dengan Ibunya, Tuhan menghadirkan Puan ke dalam hidup Nathan. Sosok gadis berparas cantik dengan segala misteri yang dipendamnya sendiri. Ketika Nathan berusaha menjadi bagian dari hidup Puan, banyak rintangan yang harus dihadapi oleh Nathan. Salah satu rintangan itu adalah menyembuhkan trauma Puan atas laut. Ya... laut yang setiap hari menjadi tempat senja berpulang di cakrawala adalah musuh terbesar dalam hidup Puan. Kisah cinta mereka berlanjut, sampai akhirnya... senja ke-33 menyentuh bumi dan merampas waktu Nathan serta Puan.
![]() |
| Sampul bagian belakang |
Sejujurnya ini pertama kali buatku baca novel karya Andaru Intan. Sebelumnya nama ini sangat asing dan bahkan aku nggak tahu, gaya penulisan seperti apa yang dia punya atau dia pakai dalam tulisan-tulisannya. Secara keseluruhan, aku menilai novel ini cukup dikemas dengan apik untuk latar Indonesia bagian timur yang diangkat, yakni Halmahera. Dalam novel ini, pengemasan latar Halmahera sudah terlihat dengan detil. Misalnya pada salah satu bab di bagian akhir novel yang mendeskripsikan kepulauan di Halmahera lengkap dengan kondisi lautan dan kondisi pulaunya. Tidak cuma itu, latar Halmahera digambarkan dalam bentuk budaya dan masyarakat. Andaru Intan menggambarkan bagaimana kondisi permukiman, upacara-upacara adat yang diselenggarakan hingga kebiasaan penduduk daerah Halmahera. Nilai plus lain yang aku temukan di novel ini adalah pada bagian sampul atau cover. Cover ini sekilas dilihat memang seperti gambar seorang perempuan dengan rambut yang ikal. Tapi, waktu beli aku sama sekali nggak kepikiran kalau ikal ditafsirkan seperti ombak dan ombak ditafsirkan sebagai laut. Yang mana erat hubungannya dengan Puan, tokoh utama perempuan dalam novel ini.
Dibalik kemisteriusan sampul dan keunikan isinya, kurasa kalian perlu berpikir dua kali untuk beli novel ini. Menurutku ada dua alasan yang jadi pertimbangan 'harus beli' atau 'nggak harus beli'. Alasan pertama adalah segi harga. Harganya memang nggak sampai Rp 80.000, sekitar Rp 50.000-Rp 60.000 kalau nggak salah. Dengan harga segitu, menurutku sedikit kurang worth-it, sih... ini berkaitan dengan alasan yang kedua. Alasan berikutnya adalah karena adanya sad-ending yang bersanding dengan ending yang mudah ditebak menjelang akhir buku. Ini jadi garis bawah buat kalian yang suka membaca novel-novel dengan sangat kritis, serius dan 'alergi' dengan cerita-cerita receh. Kenapa? Karena sudah pasti kalian kurang bisa menikmati novel ini. Bisa jadi menurut pembaca-pembaca seperti kalian (seperti tipe yang sudah kusebutkan : kritis, serius dan 'alergi' cerita receh), karya Andaru Intan ini bahasanya terlalu mudah, ringan dan akhir ceritanya terlalu jelas. Tapi itu kembali lagi ke diri kalian sendiri.
Kalau boleh dibilang, novel ini jadi novel favoritku belakangan ini. Aku suka dengan bahasanya yang ringan untuk dibaca dan latar tempat-budaya yang digunakan. Aku jarang baca karya sastra yang menggunakan latar Indonesia timur di dalamnya, jadi menurutku ini patut diacungi jempol. Aku rekomendasikan novel "33 Senja di Halmahera" bagi kalian yang butuh refreshing hati, pelajaran bagaimana untuk jadi lebih tabah dan menilai sesuatu dari sisi-sisi positifnya.
Sekian #URDUMingguan kali ini!
Sampai jumpa di #URDUMingguan berikutnya dan jangan lupa komentar/share kalau kalian merasa pas dengan ulasan ini.
KALAU BERKESEMPATAN, JANGAN LUPA UNTUK BELI NOVELNYA YAAA!


Keren chaann :v
BalasHapusLebih keren kalo baca novelnya :3
HapusDek chaann😌👍
BalasHapusHehehe, dah baca novelnya mbak?
Hapus