#FRIDAYBEWISE Pemerintah Bersalah Atas Sampah?

Halooo, semuanya!
Di postingan kali ini aku akan sedikit menyinggung hal paling sering dijumpai di masyarakat kita, yaitu S A M P A H. Sebelum melangkah lebih jauh, coba tengok diri kita sendiri... sering nggak sih kita buang sampah sembarangan? Kalau dalam acara-acara tertentu, misalnya Car Free Day nih... mana yang lebih sering kalian lakukan? Buang sampah ke jalanan atau menyimpannya di saku celana/tas plastik tersendiri sampai sempat 'mampir' ke tempat sampah?

Nyatanya sampai sekarang entah kenapa, walaupun kota tempatku tinggal udah kelihatan mulai bersih tapi waktu lagi nyetir sepeda motor... aku masih sering mendapati pengendara lain buang sampahnya sembarangan ke jalanan. Seolah-olah jalanan itu tempat sampah yang sudah tersedia secara cuma-cuma dan terbentang luas. Dalam pikiranku, mereka-mereka yang buang sampah ke jalanan sudah pasti kemudian mengandalkan petugas  penyapu jalan dari Dinas Kebersihan kota setempat untuk membersihkan sampah-sampah mereka. Padahal, kalau mau diamati lagi... banyak petugas penyapu jalan yang membuang sampah-sampah jalanan ke celah selokan di pinggir jalan. Loh? Gimana sih?

ORANG BUANG SAMPAH DI SALAH SATU JEMBATAN JOGJA
Hummm, aku gak mau menyalahkan siapa-siapa deh....(nanti disebut menghakimi). Di postingan kali ini aku cuma mau ajak kalian (para pembaca) untuk terus-menerus introspeksi diri. Rasanya gak perlu mengacungkan telunjuk untuk menyalahkan orang lain mengenai sampah karena pada dasarnya kalau kita punya sampah ya kita bertanggung jawab atas sampah itu. Sama seperti suatu pekerjaan yang sudah memiliki hasil. Kalau sudah ada hasilnya, apapun itu kita harus bertanggung jawab dengan hasil yang kita buat.

Dalam konteks di atas, nggak perlu repot menyalahkan pemerintah karena kurang memfasilitasi tempat sampahlah, kurang memperkejakan petugas kebersihannyalah maupun sisi negatif lain mengenai pemerintah dan dunia 'persampahan'. Coba kalian tengok ke diri kalian sendiri, andaikan pemerintah kurang peduli dari sekarang, mereka pasti nggak akan menggaji para petugas dari Dinas Kebersihan untuk membersihkan sampah kalian di jalanan. Dengan nggak menggaji, sederhananya para petugas memungkinkan untuk mogok kerja,kan? Kalau mereka mogok kerja, sampah kalian perlahan-lahan akan menumpuk di sisi kanan-kiri jalan dan ya.... begitulah... akan ada polusi dimana-mana. Kalau menurut kalian pemerintah kurang memfasilitasi tempat sampah yang mudah dijangkau pengendara, menurutku nggak juga sih. Toh sekarang kita gampang banget lihat tempat sampah di sisi kanan-kiri jalan. Seandainya nggak adapun, kita masih bisa injak rem kok buat mampir di minimarket atau warteg pinggir jalan cuma sekedar buang sampah tapi bisa menyelamatkan lingkungan. Nahhh.... sayangnya kita lebih suka untuk malas injak rem daripada berhenti sejenak untuk menjaga kebersihan. Jadilah kita dengan gampangnya sehabis minum atau makan sesuatu, langsung buang bungkusnya di jalanan luas nan memanjang.


Sekedar tambahan. Selain mulai berhenti menyalahkan pemerintah karena kebersihan kota, kita juga harusnya mulai sadar bahwa "Kebersihan sebagian dari iman". Yap, bukan bermaksud membebankan masalah sampah dan kebersihan ke penduduk yang muslim aja loh, ya... tapi memang berdasarkan data Sensus Penduduk BPS Indonesia tahun 2010, dinyatakan bahwa 87% penduduk Indonesia menganut agama Islam. Loh, 87% penduduk negara kita menganut agama Islam. Pastinya gampang dong untuk menjaga kebersihan karena dalam agama kita sudah diajarkan bahwa "Kebersihan sebagian dari Iman". Kok gampang?! Ya gampang lah, penduduk 87% itu bukan cuma 100 ribu orang, tapi ratusan juta orang. Bayangkan kalau ratusan juta orang itu benar-benar menjaga kebersihan, maka benar.. Indonesia punya potensi untuk jadi negara terbersih di dunia.

Maka mulai dari sekarang, berhentilah untuk menyalahkan pemerintah sebagai pihak yang bertanggung jawab. Menurutku nggak ada bedanya antara pemerintah dengan kita dari segi makhluk hidup. Toh intinya sama-sama manusia dan sama-sama punya tanggung jawab untuk mengurus diri sendiri. Buang sampah cuma contoh sederhana dari bentuk pertanggungjawaban kita terhadap diri sendiri. INGAT... jangan suka melemparkan bola tanggung jawab kita pada orang yang sama sekali tidak punya giliran untuk melaksanakan tanggung jawab kita.



#catatan : Post berikut hanya berupa pandangan penulis. Kritik dan saran yang positifsangat diharapkan sebagai komentar agar penulis mampu membuka wawasannya.

Komentar