#REVIEWRABU Fifty Shades Darker "A Shade Darker" (18+)

WARNING : SESUAI DENGAN JUDUL DI ATAS, BAGI YANG BELUM BERUSIA 18+ DIMOHON DENGAN SANGAT UNTUK TIDAK MENONTON FILM TERSEBUT!

Bagi kalian penikmat film romance, mungkin nggak ada salahnya untuk menengok film terbaru dari novel kedua E L James dalam Trilogi Fifty Shades, yaitu "Fifty Shades Darker". Fifty Shades Darker atau lebih dikenal dengan sebutan FSD di kalangan para penggemarnya, merupakan film lanjutan dari FSOD alias Fifty Shades of Grey.

FIFTY SHADES DARKER
Pemeran : Dakota Johnson, Jamie Dornan, Eric Johnson, Bella Heathcote, etc.
Sutradara : James Foley
Produser : E L James, Michael De Luca, Marcus Viscidi
Tanggal rilis : 2 Februari 2017
Durasi film : 118 menit

Kehilangan Anastasia membuat Grey menjadi tak berdaya. Ia kehilangan sebagian dari hidupnya dan dia merasa ada sesuatu yang salah, ia merasa ada perlawanan batin di dalam dirinya. Di sisi lain, Ana menikmati pekerjaan barunya di Seattle Independent Press sebagai sekretaris Jack Hyde. Ketika keduanya ingin membangun kembali apa yang telah berakhir sebelumnya, mantan budak seks Grey—Leila—muncul di hadapan Ana dan menerornya dengan berbagai cara. Di lain pihak, pada saat Masquerade Ball yang diadakan oleh keluarga Grey berlangsung, Ana bertemu dan berbicara dengan Mrs.Robinson. Berbagai kejadian penuh konflik dan teror terjadi setelahnya, namun pada akhirnya Grey memutuskan untuk membangun hubungan yang serius dengan Ana. Bukan hanya sekedar pindah apartemen, hubungan seks dan makan malam romantis, Grey menginginkan Ana menjadi teman hidupnya selamanya. Disinilah perjalanan cinta mereka yang sesungguhnya dimulai.

Secara keseluruhan film ini mulai mengangkat sisi romantis dibandingkan film sebelumnya. FSD lebih memaparkan bagaimana asmara antara Ana dan Grey berlanjut daripada FSOD. Nggak cuma itu, FSD terkesan dikemas dengan lebih elegan dengan mulai mengabaikan adegan-adegan seks antara Ana dan Grey, adegan seks lebih diminimalisir dan tidak terlalu dipertontonkan seperti pada FSOD. Sayangnya alur cerita film ini terlalu banyak dipotong dan tidak sesuai dengan novelnya. Bahkan beberapa tokoh dan adegan-adegan penting dihilangkan. Seperti contoh, salah satu asisten penjaga Grey yang mengambil peran penting pada novel, justru dihilangkan dan hanya fokus pada peran Taylor saja. Contoh lain yang nampaknya kurang pas adalah ketika Ana dan Grey menuju kapal "Grace". Di novel dikisahkan setelah makan siang namun di film diatur setting berangkatnya mereka adalah pada saat makan malam. Dengan dihilangkannya bagian-bagian ini membuat film seolah melangkah terburu-buru. Walaupun begitu, FSD merepresentasikan filmnya dengan lebih apik daripada FSOD. Beberapa spekulasi bermunculan mengenai hal ini, termasuk mengenai bergantinya sutradara dari sekuel film ini dan kru kameramen yang pengawasannya dilakukan oleh E L James dengan jauh lebih ketat ketimbang FSOD.

Tertarik menontonnya??? Jangan lupa nonton Fifty Shades of Grey dulu ya biar paham alur ceritanya.
Thanks for Readingđź’—
 

Komentar